![]() |
| Riset |
Mix Method pada Penelitian
Metode kombinasi (mix method) adalah merupakan
pendekatan penelitian yang menggabungkan atau menghubungkan metode penelitian
kuantitatif dan kualitatif Creswell (2009).
Rancangan penelitian metode campuran (mixed methods
research design) adalah suatu prosedur untuk mengumpulkan, menganalisis, “dan
mencampur” metode kuantitatif dan kualitatif dalam suatu penelitian atau
serangkaian penelitian untuk memahami permasalahan penelitian
(Cresswell&Plano Clark, 2011).
Asumsi dasarnya adalah penggunaan metode kuantitatif
dan kualitatif secara gabungan. Berdasarkan asumsi tersebut, memberikan
pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan dan pertanyaan penelitian
daripada jika secara sendiri – sendiri.
Pada pelaksanaannya dibutuhkan ketrampilan tertentu dalam
penggunaan metode ini, yaitu : (1) prosedurnya memakan banyak waktu, (2)
membutuhkan pengumpulan, (3) analisis data ekstensif.
Masalah Penelitian
penelitian
dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dimulai dengan adanya penyimpangan.
Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari
apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa
yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi. Menurut
Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das
sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia,
antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is)
(Suryabrata, 1994: 60). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what
can be).
John Dewey dan
Kerlinger secara terpisah memberikan penjelasan mengenai masalah berupa
kesulitan yang dirasakan oleh orang awam maupun seorang peneliti. Kesulitan ini
menghalangi tercapai sebuah tujuan baik itu tujuan individu maupun sebuah kelompok.
Masalah dalam penelitian diekspresikan dalam bentuk kalimat tanya bukan kalimat
pernyataan. Masalah dalam ini selanjutnya dijawab melalui penelitian.
Sumber Masalah
dalam Penelitian Permasalahan dapat berasal dari berbagai sumber.
Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42),
masalah dapat bersumber dari :
1. Observasi Masalah dalam penelitian dapat diangkat
dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki penjelasan
memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu tindakan didasarkan atas
otiritas atau tradisi.
2. Dedukasi dari teori Teori merupakan konsep-konsep
yang masih berupa prinsip-prinsip umum yang penerapannya belum dapat diketahui
selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap masalah yang dianggap
dari teori berguna untuk mendapatkan penjelasan empiris praktik tentang teori.
3. Kepustakaan Hasil penelitian mungkin memberikan
rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau
tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan
kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian sering juga
menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti
lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah yang
menentukan masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.
4. Masalah sosial Masalah sosial yang ada di sekitar
kita atau yang baru menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi sumber
masalah penelitian. Misalnya : Adanya perkelahian antar sekolah menimbulkan
berbagai dampak bagi sekolah dan warga sekitar. Penggalakan program 3 M
(menguras, mengubur, menimbun) sebagai upaya pencegahan penyakit demam
berdarah. Dalam pembuatan keputusan tertentu, sering mendesak untuk dilakukan
penelitian evaluatif. Hasil sangat diperlukan untuk dijadikan dasar pembuatan
keputusan lebih lanjut. 6. Pengalaman pribadi Pengalaman pribadi dapat
menimbulkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman
yang lebih mendalam. (Purwanto 2010:109-111).
Identifikasi Permasalahan
dalam Penelitian Mengidentifikasi masalah penelitian
dilakukan untuk menentukan masalah mana yang perlu segera dicari
penyelesaiannya. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dapat dilakukan
dengan cara mengelompokkan sekaligus memetakan masalah-masalah tersebut secara
sistematis berdasarkan keahlian bidang peneliti. Menurut Ahmad nursanto dalam
mengidentifikasi masalah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Esensial, masalah yang akan diidentifikasi menduduki urutan paling penting
diantara masalah-masalah yang ada. Urgen, masalah yang akan dipecahkan mendesak
untuk dicari penyelesaiannya. Masalah mempunyai manfaat apabila dipecahkan.
Dalam dunia pendidikan masalah yang diidentifikasi dapat dikelompokan menjadi
4, yaitu : proses pembelajaran, siswa, guru, hasil belajar. Meskipun proses
identikasi masalah sudah ditemukan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan
sebagai fokus penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
minat/motivasi/dorongan peneliti, kemampuan peneliti, lokasi penelitian, sumber
data (populasi dan sampel), waktu, pendekatan/metode yang digunakan, buku
sumber yang tersedia, etika dan birokrasi. Bila kesemua hal tersebut telah
terpenuhi maka suatu fokus masalah dapat dijadikan sebagai masalah penelitian
untuk dicari jawabannya.
Batasan Permasalahan
Membuat batasan
masalah dalam kerangka penelitian meliputi hal – hal seperti jumlah responden
yang akan kita teliti
Agar tidak melebar, masalah
penelitian perlu dibatasi. Sebab, jika tidak dibatasi, masalah tersebut mungkin
tidak sesuai dengan kemampuan penulis, baik dari segi pengetahuan, ekonomi,
maupun waktu. Selain itu, hasilnya pun akan dangkal sehingga tidak memenuhi
salah satu syarat karya ilmiah.
Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah ditulis
untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam karangan. Masalah yang
dirumuskan harus merupakan hasil penspesifikasian atau pengkhususan masalah
utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan. Jawabannya diperoleh dari hasil
analisis data.
Kemudian yang harus diamati
adalah wilayah penelitian. Biasanya dalam wilayah penelitian yang sifatnya
sangat besar, bisa ditentukan dari beberapa kota, atau jika ingin ruang lingkup
yang lebih kecil maka kita bisa membuatnya hanya di satu tempat. Misalnya saja,
bagi teman – teman yang akan melakukan penelitian menyangkut skripsinya bisa
membuat penelitiannya di satu kampus saja. Tujuannya agar lebih efisien dan
fleksibel.
Mix Method pada Penelitian, Masalah Penelitian hingga Rumusan Masalah Penelitian
4/
5
Oleh
rizal

